ini lah gambar vihara di kota singkawang
begitu indah bukan ????
makanya singkawang di nama kan sebagai kota amoi......!!!!!
Kamis, 26 September 2013
Singkawang, Kota Seribu Vihara
Singkawang, Kota Seribu Vihara
Sebagai kota yang baru saja mandiri, Kota Singkawang memang nampak sedang berbenah diri disana – sini bersama dengan hadirnya beberapa hotel berbintang. Begitu pula daerah tujuan wisata lain yang berada di dalamnya juga bahu – membahu mempercantik dan mempersolek diri agar menjadi menarik sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan baik dari dalam ataupun luar negeri sekaligus dapat memberikan kesan kenangan tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang sehingga hal tersebut dapat membantu mendongkrak masa tinggal wisatawan menjadi lebih panjang selama mereka berada di Kota Singkawang. Dengan hal demikian maka dampak positif dari multi player effect atas usaha wisata yang ada akan dapat segera dirasakan dan dinikmati secara nyata oleh penduduk setempat.
Hingga pada akhirnya malam menjelang dan tak lengkap rasanya bila tidak menikmati suasana malam di Kota Singkawang sebelum meninggalkan esok hari. Tidak berbeda jauh dengan Kota Pontianak memang dimana terdapat beberapa tempat berkumpul warga lokal yang kami lewati seperti warung kopi misalnya. Tidak cukup banyak yang bisa dicari pada malam hari di Kota Singkawang selain wisata kuliner malamnya, dan pilihan makanan lezat salah satu untuk dinikmati adalah sotong kangkung dimana salah satu lokasi penjualnya yang terkenal adalah terdapat di depan pasar daging di Kota Singkawang. Sotong atau Ikan “Nus” adalah binatang yang hidup diperairan, baik di sungai, laut atau danau. Sotong atau Ikan “Nus” adalah termasuk makanan sejenis seafood. Hanya dengan menggunakan kangkung dan sotong sebagai bahan utama masakan, serta kacang goreng tanah yang telah ditumbuk halus maka proses pembuatannya dapat segera dilakukan karena tidak terlalu sulit. Dengan kangkung yang dipergunakan untuk memasak adalah kangkung pilihan, dan kangkung yang akan dipergunakan untuk memasak akan dicuci bersih sebelum dipotong dengan ukuran kecil kemudian direndam ke air panas mendidih beberapa saat hingga lembut, lalu kangkung diangkat dan ditiriskan untuk disajikan dalam piring, begitu pula dengan sotong yang sudah direbus serta direndam dalam air panas mendidih beberapa saat itupun diambil lalu dipotong memanjang tipis – tipis lalu diletakkan dibagian atas kangkung dan ditaburi dengan kacang tanah goreng yang telah ditumbuk halus setelah itu baru disiram dengan kuah kanji dengan rasa asam dan manis yang dibuat dari asam jawa serta sedikit tambahan kecap ikan dibagian atasnya. Selain itu dapat ditambahkan juga cabai rawit giling jika ingin ada sensasi rasa pedas yang dicampur dengan air dan cuka tanpa garam atau bawang putih sehingga rasa pedas yang ada terasa tajam dan mantap.
Tanpa terasa wisata kuliner malam hari saat ini adalah prosesi akhir dari rangkaian wisata di Kota Singkawang sebelum kembali ke kota asal. Kunjungan singkat di Kota Singkawang, Kota Seribu Vihara dan Kota Amoy terasa sudah lengkap dengan berbagai hal yang telah dicoba sejak pertama kali tiba di kota ini. Mungkin lain kali kesempatan akan datang kembali pada saat event Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh yang diadakan pada setiap tahunnya. Dan memang sejak tahun 1834 saat George Windsor Earl (English navigator & Author of works on the Indian Archipelago) menulis kata ‘Sinkawan’ dalam bukunya ‘The Eastern Seas’, nama Singkawang semakin populer. Kata Singkawang sendiri berasal dari nama tanaman di hutan tropis sekitar, yaitu “TENGKAWANG”. Pedagang dan pelaut China menyebutnya dengan “San Keuw Jong” (Shankou Yang), atau Sungai Mulut Gunung. Memang faktanya adalah jika sungai Singkawang yang berdelta menjadi waterfront di sore hari membelah kota terus ke pedalaman yang bergunung. Kota Singkawang adalah tujuan ideal bagi wisatawan yang mengharapkan teduhnya kedamaian di bawah atap rumah – rumah pecinan dan gambar akan kepolosan bersihnya penduduk setempat untuk diabadikan serta dibagikan sebagai cenderamata dunia kepada setiap masyarakat internasional.
Rabu, 25 September 2013
Gunung Kaba' yang tersembunyi di balik Seribu Kuil Kota Singkawang
Kota Singkawang terkenal dengan nama kota Amoy dan
Kota Seribu Kuil. Kota Singkwang tidak sama seperti dulu lagi, kini Kota
Singkawang sudah dikenal diseluruh Indonesia dan manca negara. Kini Kota
Singkawang mulai membangun dan mempromosikan diri ke seluruh Indonesia dan luar
negeri. Pembangunan di mana-mana, hotel, pertamina, ruko, penginapan,
minimarket, supermarket, kos-an, losmen, restauran, pasar, BTN, dan banyak lagi
yang lainnya. Begitu juga dengan tempat-tempat rekreasi, tempat-tempat rekreasi
ditata dengan rapi agar setiap pengunjung kerasan dan ingin datang lagi ke Kota
Singkawang.
Gunung Kaba’ tidak terkenal sama sekali seperti
Gunung Sari dan Gunung Poteng yang ada di Singkawang Selatan dan Singkawang
Tengah. Gunung Kaba’ hanya diketahui oleh penduduk sekitar Kelurahan Sei
Bulan, Kelurahan Sei Garam dan Kelurahan
Naram, Kecamatan Singkawang Utara, dan Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan
Singkawang Tengah.
Gunung Kaba’ dikelilingi oleh lahan persawahan
yang menghijau dan perkebunan dipesisir Kota Singkawang Utara. Disebut dengan
Gunung Kaba’ adalah karena Gunung Kaba’ ini tidak setinggi gunung yang lainnya.
Menurut cerita penduduk setempat Gunung Kaba’ ini adalah gunung yang tidak jadi
untuk menjadi gunung karena bersaing dengan Gunung Jempol di Roban Singkawang
Tengah. Gunung Kaba’ memiliki keindahan yang tersendiri dibalik Seribu Kuil
Kota Singkawang. Dengan ciri khas Gunung Kaba’ hanya dapat dimanfaatkan oleh
penduduk setempat untuk main-main ke Gunung kaba’ tersebut. Misalnya memancing
dan menembak tupai serta mencari burung-burung
Selasa, 24 September 2013
Festival Cap Go Meh di Kota Seribu Kelenteng
Festival Cap Go Meh di Kota Seribu Kelenteng
Extraordinary adalah kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Tidak perlu berjalan jauh untuk melihat pesta rakyat ini karena di setiap ruas jalan sudah terlihat ramainya perayaan. Cap Go Meh di Singkawang tidak hanya menarik wisatawan domestik namun juga wisatawan mancanegara, terutama etnis Cina yang berasal dari Malaysia dan Singapura. Atraksi utama dari festival ini adalah Tatung atau dukun Tionghoa yang mempertunjukkan kekuatan supernatural dengan menusuk-nusuk tubuh mereka dengan benda tajam tanpa terluka sedikitpun. Ratusan tatung yang tampil di perayaan Cap Go Meh Singkawang berasal dari seluruh penjuru Kalimantan, bahkan pulau Jawa! Cap Go Meh, atau perayaan hari ke-15 setelah Tahun Baru Cina tahun ini jatuh pada tanggal 24 Februari. Jangan lewatkan kemeriahan parade festival dibalut dengan keunikan budaya di Singkawang.
Persiapkan perjalanan kamu ke Singkawang dengan membaca panduannya di buku 15 Destinasi Wisata Terbaik di Indonesia karya Barry Kusuma. Khusus untuk kamu yang fotografer, ada tips-tips untuk memotret di festival Cap Go Meh dan informasi lengkap mengenai tourist attraction lain yang tentunya menarik untuk dijadikan objek fotografi
Gambar Cap Gomeh Di kota singkawang (imlek)
Langganan:
Postingan (Atom)














































